Sunday, December 25, 2011

Mencari Jarum

Menurut Anda, mana yang lebih sulit mencari jarum di tumpukan jerami atau mencari jarum di tumpukkan jarum? Tentu yang lebih sulit adalah mencari jarum di tumpukkan jarum.  Mengapa? Karena ketika sebuah benda berada diantara sesamanya ia menjadi sulit dibedakan. Sedangkan jika ia berada diantara benda-benda yang berbeda ia cenderung akan tampak lebih menonjol.
Lain ceritanya bila jarum itu Anda beri ciri tersendiri. Misalnya, Anda berikan warna pada jarum itu sementara yang lain tidak. Atau, Anda letakkan jarum terbesar diantara jarum-jarum yang kecil. Dengan cara seperti itu, Anda akan lebih cepat dan lebih mudah menemukan jarum di tumpukkan jarum.
Hal demikian berlaku pula dalam bisnis dan kehidupan. Bila Anda berada di kumpulan bisnis yang sejenis, serupa, seirama, sewarna maka Anda akan sulit dikenali. Begitupun bila Anda memiliki kemampuan sama, selevel, sederajat pada bidang yang sama maka Anda juga akan sulit dibedakan dari yang lain.
Agar Anda mudah dicari dan dikenali orang maka carilah pembeda dalam hidup Anda. Milikilah kemampuan yang jarang dimiliki orang lain. Atau, jadilah yang terbaik di bidang yang Anda tekuni. Dalam istilah marketing berusahalah jadi Top Of Mind (TOM), sesuatu atau seseorang yang selalu mudah diingat oleh konsumen atau orang lain.
Sekarang coba duduklah sejenak, kemudian Anda merenung, cari apa kelebihan Anda yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kemudian tanyakan pada diri Anda sendiri: Apakah sebagian besar waktu sudah dan akan digunakan untuk mengasah dan menguatkan kelebihan saya? Apakah selama ini saya sudah berusaha menjadi yang terbaik di bidang yang saya tekuni?
Jika usaha atau ikhtiar Anda selama ini biasa-biasa saja seperti kebanyakan orang rata-rata, apakah setelah ini Anda bersedia untuk selalu melakukan yang terbaik?
Jawaban Anda akan sangat menentukan apakah Anda termasuk “jarum” yang mudah ditemukan. Semua terserah Anda…
Salam SuksesMulia!

Thursday, December 15, 2011

Cerita Misteri

Alkisah, pada sebuah malam Jumat Kliwon... Ada seorang pemuda yg sedang menunggu bis disebuah halte yang terkenal akan keangkerannya.. Sekitar pukul 1 dinihari melintaslah sebuah bis tingkat, dg penuh keraguan sang pemuda itu menyetopnya, dan kemudian masuk kedalamny.. Sepi bgt kondisi didalamny, hny ada sopir dan seorang nenek tua yg duduk didekat tangga menuju ke lantai atas.. Krn dibagian bawah gerah, sang pemuda ingin duduk dilantai atas spy agak segar.. Ketika melangkah menuju tangga, pemuda tsb dicegah oleh sang nenek td.. Beliau berkata "jangan nak, jangan naik keatas", pemuda itu pun menjawab dg sopan "tidak apa2 nek, diatas kan kosong" kemudian nenek itu menjawab "diatas menyeramkan sekali nak, jangan !! " , "gapapa nek, saya cuma ingin menghirup udara malam yg segar" balas sang pemuda.. "Nenek mohon, sekali ini saja dengerin nenek" pinta sang nenek.. Bulu kuduk sang pemuda mulai berdiri, antara takut dan penasaran sang pemuda melangkah keatas.. Setelah tiba diatas, sang pemuda td turun lg dan berkata pada sang nenek dibawah, "diatas sepi nek" "itu dia yg nenek maksud nak, diatas nggak ada supirnya, jd menyeramkan" kata sang nenek.. :p

pengen jd pengusaha???

ya, sapa yang mau jd pengusaha??
*ayo ngacung :p
pasti smua punya mimpi utk jd pengusaha, tapi ga smua orang brani untuk memilih jadi pengusaha...
yah, itulah kita...
kebanyakan kita sudah berada di zona nyaman, karyawan contohnya..
"Ngapain ribet2 jd pengusaha wong tiap bulan udah terima duit rutin kok mas"
"Trima duit rutin (sebulan sekali) kok bangga..:p"
hehehehee....
ga salah juga sih, gaji juga termasuk rejeki yang harus kita syukuri...
tapi, bukankah ada yang bilang "9 dari 10 pintu rejeki adalah usaha" tapi kenapa msh banyak yg pengen ngelamar2 kerjaan ya??
kenapa bukanny milih utk ngebuka lapangan pekerjaan sendiri??
alasan yang paling sering disebutin pasti
"modal dari mana mas utk buka usaha?? boro2 mau buka usaha wong untuk bikin dapur ngepul aja kudu wira-wiri kesana kemari kok.."
Padahal modal awal yang dibutuhin utk jadi pengusaha itu bukanlah uang(modal.red) melainkan adalah kemauan kita sendiri untuk memulai usaha itu sendiri..
Justru banyak pengusaha2 gede yang mereka mulai usahanya dengan modal seadanya toh mereka sekarang menjadi pengusaha kelas nasional..
Kalo kata salah seorang mentor bisnis saya, untuk memulai usaha itu cukup pake rumus 7A, yaitu : Action.. Action.. Action.. Action.. Action.. Action.. Action.. Action.. Action...
*loh kelebihan ya?? yapp, itulah inti untuk memulai usaha, yang terpenting adalah ACTION sesegera mungkin..
okeh, selamat mencoba untuk menjadi pengusaha..

Mari kita Sukses Berjamaah !!

Follow twitter saya @anugrah_ebtanto